Minggu, 29 Maret 2015

Sandal Batik "Ratu-Ruku": Sandal batik anak...

Sandal Batik "Ratu-Ruku": Sandal batik anak...: Sandal batik "Ratu-Ruku" juga tersedia untuk anak-anak dengan berbagai ukuran dan corak batik yang pasti matching di kaki anak kit...

Sandal Batik "Ratu-Ruku": Sandal batik sutra halus tirta yudha by "Ratu-Ruku...

Sandal Batik "Ratu-Ruku": Sandal batik sutra halus tirta yudha by "Ratu-Ruku...: "Ratu-Ruku" merupakan merx sandal hasil kreasi kami,sandal batik "Ratu-Ruku" hadir dengan ukuran & motif yang beraga...

Sandal Batik "Ratu-Ruku": Sandal batik jepit "Ratu-Ruku"

Sandal Batik "Ratu-Ruku": Sandal batik jepit "Ratu-Ruku": Sandal batik "Ratu-Ruku" merupakan sandal trend masa kini yg cocok untuk menemani setiap langkah kaki anda, sandal batik " Ra...

Sandal Batik "Ratu-Ruku": Sandal batik "Ratu-Ruku"

Sandal Batik "Ratu-Ruku": Sandal batik "Ratu-Ruku": Sandal batik sutra halus Noto negoro by "Ratu-Ruku"

Materi Kopling



KOPLING
    A. Pengertian Kopling
Kopling (clutch) terletak di antara mesin dan transmisi. Kopling berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan putaran mesin ke transmisi.
Konstuksi letak unit kopling (clutch) pada kendaraan
Kopling dalam pemakaian dikendaraan, harus memiliki syarat- syarat minimal sebagai berikut :
1.         Harus dapat memutus dan menghubungkan putaran mesin ke transmisi dengan lembut. Kenyamanan berkendara menuntut terjadinya pemutusan dan penghubungan tenaga mesin berlangsung dengan lembut. Lembut berarti terjadinya proses pemutusan dan penghubungan adalah secara bertahap.
2.         Harus dapat memindahkan tenaga mesin dengan tanpa slip Jika kopling sudah menghubung penuh maka antara fly wheel dan plat koping tidak boleh terjadi slip sehingga daya dan putaran mesin terpindahkan 100%.
3.         Harus dapat memutuskan hubungan dengan sempurna dan cepat. Pada saat kita operasionalkan, kopling harus dapat memutuskan daya dan putaran dengan sempurna, yaitu daya dan putaran harus betul-betul tidak diteruskan, sedangkan pada saat kopling tidak dioperasionalkan, kopling harus menghubungkan daya dan putaran 100%. Kerja kopling dalam memutus dan menghubungkan daya dan putaran tersebut harus cepat atau tidak banyak membutuhkan waktu
   B. Jenis-jenis kopling
a.       Kopling Gesek
Dinamakan kopling gesek karena untuk melakukan pemindahan daya adalah dengan memanfaatkan gaya gesek yang terjadi pada bidang gesek.
Ditinjau dari bentuk bidang geseknya kopling dibedakan menjadi 2 yaitu :
(1)    Kopling piringan (disc clutch)
Kopling piringan adalah unit kopling dengan bidang gesek berbentuk piringan atau disc.
(2)    Kopling konis (cone clutch)
Kopling konis adalah unit kopling dengan bidang gesek berbentuk konis.
Ditinjau dari jumlah piringan/ plat yang digunakan kopling dibedakan menjadi 2 yaitu :
(1)    Kopling plat tunggal
Kopling plat tunggal adalah unit kopling dengan jumlah piringan koplingnya hanya satu.
(2)    Kopling plat ganda/ banyak
Kopling plat banyak adalah unit kopling dengan jumlah piringan lebih dari satu.
Gesekan antar bidang/ permukaan komponen tentu akan menimbulkan panas, sehingga memerlukan media pendinginan.
Ditinjau dari lingkungan/media kerja, kopling dibedakan menjadi :
(1) Kopling basah
Kopling basah adalah unit kopling dengan bidang gesek (piringan atau disc) terendam cairan/ minyak. Aplikasi kopling basah umumnya pada jenis atau tipe plat banyak, dimana kenyamanan berkendara yang diutamakan dengan proses kerja kopling tahapannya panjang, sehingga banyak terjadi gesekan/slip pada bidang gesek kopling dan perlu pendinginan.
(2) Kopling kering
Kopling kering adalah unit kopling dengan bidang gesek (piringan atau disc) tidak terendam cairan/ minyak (dan bahkan tidak boleh ada cairan/ minyak).
Untuk mendapatkan penekanan yang kuat saat bergesekan, sehingga saat meneruskan daya dan putaran tidak terjadi slip maka dipasangkan pegas penekan.
Ditinjau dari pegas penekannya, kopling dibedakan menjadi :
(1). Kopling pegas spiral
Adalah unit kopling dengan pegas penekannya berbentuk spiral. Dalam pemakaiannya dikendaraan kopling dengan pegas coil memiliki kelebihan : penekanannya kuat dan kerjanya cepat/ spontan. Sedangkan kekurangannya : penekanan kopling berat, tekanan pada plat penekan kurang merata, jika kampas kopling aus maka daya tekan berkurang, terpengaruh oleh gaya sentrifugal pada kecepatan tinggi dan komponennya lebih banyak, sehingga kebanyakan kopling pegas spiral ini digunakan pada ke
(2). Kopling pegas diaphragma
Adalah unit kopling dengan pegas penekannya berbentuk diaphragma. Penggunaan pegas diaphragma mengatasi kekurangan dari pegas spiral. Namun pegas diaphragma mempunyai kekurangan : kontruksinya tidak sekuat pegas spiral dan kurang responsive (kerjanya lebih lambat), sehingga kebanyakan kopling pegas diaphragm ini digunakan pada kendaraan ringan yang mengutamakan kenyamanan.
Konstruksi kopling gesek
1) Plat kendaraan menengah dan berat yang mengutamakan kekuatan dan bekerja pada putaran lambat.
 Kopling
Plat kopling adalah komponen unit kopling yang berfungsi menerima dan meneruskan tenaga mesin dari roda penerus dan plat penekan ke input shaft transmisi. Plat kopling dipasangkan pada alur-alur input shaft transmisi. Bagian plat kopling yang beralur dan berhubungan dengan input shaft transmisi dinamakan clutch hub. Kampas kopling (facing) dipasangkan pada plat kopling untuk memperbesar gesekan. Kampas kopling dipasangkan pada cushion plate dengan dikeling.
Cushion plate dipasangkan pada plat kopling juga dengan dikeling. Hentakan saat kopling mulai meneruskan putaran dan pada saat akselerasi dan deselerasi diredam oleh torsion dumper. Terdapat dua jenis torsion dumper yakni torsion rubber dumper dan torsion spring dumper.
2) Rumah kopling, plat penekan dan pegas penekan
a.         Clutch cover unit terdiri dari plat penekan, pegas penekan, tuas penekan dan rumah kopling. Ditinjau dari konstruksinya clutch cover dibedakan menjadi tiga yakni: boss drive type clutch cover, radial strap type clutch cover dan corded strap drive tipe clutch cover. Pada tipe boss drive plat penekan dipasangkan pada rumah kopling dengan boss sehingga konstruksinya kuat, namun perpindahan tenaga tidak bisa lembut. Tipe radial strap type clutch cover dan corded strap drive tipe clutch cover. Pada tipe boss drive plat penekan dihubungkan ke rumah kopling oleh strap (plat baja) dalam arah radial dari boss. Tipe corded strap drive plat penekan ditahan oleh tiga buah plat pada rumah kopling sehingga daya elastisitas plat tersebut memungkinkan perpindahan tenaga terjadi dengan lembut.Antara plat kopling dengan fly wheel dan plat penekan. Kekuatan gesekan diatur oleh pegas Cara kerja kopling gesek.Kopling berfungsi untuk memindahkan tenaga secara halus dari mesin ke transmisi melalui adanya gesekan penekan yang dikontrol oleh pengemudi melalui mekanisme penggerak kopling. Jika pedal kopling ditekan penuh, tekanan pedal tersebut akan diteruskan oleh mekanisme penggerak sehingga akan mendorong plat penekan melawan tekanan pegas penekan sehingga plat kopling tidak mendapat tekanan. Gesekan antara plat kopling dengan fly wheel dan plat penekan tidak terjadi sehingga putaran mesin tidak diteruskan. Jika pedal kopling ditekan sebagian/ setengah, tekanan pedal tersebut akan diteruskan oleh mekanisme penggerak sehingga akan mendorong plat penekan melawan sebagain/ setengah tekanan pegas penekan sehingga tekanan plat penekan ke fly wheel berkurang, sehingga plat kopling akan slip. Gesekan antara plat kopling dengan fly wheel dan plat penekan kecil sehingga putaran dan daya mesin diteruskan sebagian.
Apabila pedal dilepas, maka gaya pegas akan kembali mendorong dengan penuh plat penekan. Plat penekan menghimpit plat kopling ke fly wheel dengan kuat sehingga terjadi gesekan kuat dan berputar bersamaan. Dengan demikian putaran dan daya mesin diteruskan sepenuhnya (100%) tanpa slip.
b.        Kopling Magnet
Dinamakan kopling magnet karena untuk melakukan pemindahan daya dengan memanfaatkan gaya magnet. Magnet yang digunakan adalah magnet remanent yang dibangkitkan dengan mengalirkan arus listrik ke dalam sebuah lilitan kawat pada sebuah inti besi. Listrik yang dibangkitkan atau tersedia dikendaraan adalah listrik arus lemah sehingga magnet yang dibangkitkan tidak cukup kuat untuk dijadikan sebagai kopling pemindah daya utama. Kopling jenis ini kebanyakan hanya digunakan sebagai kopling pada kompresor air conditioner (AC).
c.         Kopling Satu Arah (one way clutch/ free wheeling clutch/ over runing clutch)
Kopling satu arah merupakan kopling otomatis yang memutus dan menghubungkan poros penggerak (driving shaft) dan yang digerakkan (driven shaft) tergantung pada perbandingan kecepatan putaran sudut dari poros-poros tersebut. Jika kecepatan driving lebih tinggi dari driven, kopling bekerja menghubungkan driving dan driven. Jika kecepatan driving lebih rendah dari driven, kopling bekerja memutuskan driving dan driven. Ada dua jenis one way clutch yakni sprag type dan roller type.
d.        Kopling Hidrolik
Dinamakan kopling hidrolik karena untuk melakukan pemindahan daya adalah dengan memanfaatkan tenaga hidrolis. Tenaga hidrolis didapat dengan menempatkan cairan/ minyak pada suatu wadah/ mekanisme yang diputar, sehingga cairan akan terlempar/ bersirkulasi oleh adanya gaya sentrifugal akibat putaran sehingga fluida mempunyai tenaga hidrolis. Fluida yang bertenaga inilah yang digunakan sebagai penerus/ pemindah tenaga.
Komponen utama pada unit kopling hidrolik adalah : pump impeller, turbin runner dan stator. Pump impeller merupakan mekanisme pompa yang membangkitkan tenaga hidrolis pada fluida. Turbin runner adalah mekanisme penangkap tenaga hidrolis fluida yang dibangkitkan pump impeller. Stator adalah mekanisme pengatur arah aliran fluida agar tidak terjadi aliran yang merugikan tetapi justru aliran yang menguntungkan sehingga didapatkan peningkatan momen/ torsi.
C. Sistem pengoperasian kopling
Sistem pengoperasian kopling adalah sebuah unit mekanisme untuk mengoperasionalkan kopling yaitu memutus dan menghubungkan putaran dan daya mesin ke unit pemindah daya selanjutnya (transmisi). Secara umum terdapat dua mekanisme penggerak kopling, yaitu : sistem mekanik dan sistem hidrolik. Pada perkembangan saat ini, pada kendaraan-kendaraan beban menengah dan beban berat menggunakan sistem pneumatik-hidrolik.
a) Sistem pengoperasian kopling tipe mekanik
(1). Cable mechanism (mekanik kabel)
Menggunakan media sebuah kabel baja untuk meneruskan gerakan pedal ke garpu pembebas. Keuntungan dari mekanisme ini adalah konstruksinya sederhana dan karena sifat kabel yang fleksible maka penempatannya juga fleksible dan tidak memerlukan ruang gerak yang besar. Mekanisme ini mempunyai kerugian gesek yang besar antara kabel dan selongsongnya, apalagi jika banyak belokan/ tekukan. Elastisitas bahan kabel menyebabkan mekanisme ini tidak bekerja dengan spontan dan kurang kuat untuk beban berat.
(2). Linkage mechanism (mekanik batang)
Mekanisme batang mempunyai keuntungan elastisitas bahan lebih kecil sehingga kuat dan spontanitas kerja lebih baik. Kelemahan/ kekurangan sistem ini adalah karena media penerusnya adalah batang, maka untuk penempatannya menjadi lebih sulit dan perlu ruang gerak yang lebih besar.
(3). Centrifugal mechanism (mekanik sentrifugal)
Jika mesin berputar maka bandul sentrifugal akan terlempar keluar oleh gaya sentrifugal, sehingga centrifugal plate akan tertarik sehingga menekan plat kopling ke back plate/ fly wheel. Bila putaran mesin berkurang maka intensitas tekanan centrifugal plate juga berkurang.
b) Sistem pengoperasian kopling tipe hidrolik
Pengoperasian kopling tipe hidrolik adalah merupakan sistem pemindahan tenaga melalui fluida cair/ minyak. Prinsip yang digunakan pada sistem hidrolik ini adalah pengaplikasian hukum Pascal, dimana jika ada fluida dalam ruang tertutup diberi tekanan maka tekanan tersebut akan diteruskan ke segala arah dengan sama besar. Dengan dibuat adanya perbandingan diameter (luas bidang) pada master cylinder lebih kecil dari release cylinder maka akan didapatkan peningkatan tenaga. Gaya/tenaga dihitung dengan persamaan sebagai berikut:
Komponen sistem hidrolik lebih banyak dibandingkan sistem mekanik, tetapi mempunyai keuntungan yang mampu mengatasi kekurangan sistem penggerak mekanik yaitu : kehilangan tenaga karena gesekan lebih kecil sehingga penekanan pedal kopling lebih ringan, memungkinkan diberikan perbandingan diameter master dan release silinder sehingga penekanan pedal kopling jauh lebih ringan, pemindahan tenaga lebih cepat dan lebih baik, penempatan fleksibel karena fluida dialirkan melalui fleksible hose.
Kekurangan dari sistem hidrolik adalah konstruksinya rumit dan dapat terjadi kegagalan fungsi jika terdapat udara di dalam sistem.
Komponen utama dari sistem hidrolik ini adalah: master silinder dan release silinder.
(1). Master Silinder
Ada 2 tipe master silinder yang umum digunakan pada sistem pengoperasian kopling, yakni tipe girling dan tipe portlees.
(a). Tipe Girling
Cara kerja master silinder tipe girling adalah sebagai berikut :
Pada saat piston mulai bergerak menekan minyak di dalam silinder, tekanan minyak akan mengalir ke reservoir melalui lubang ujung piston, cylinder cup dan spacer, sehingga minyak akan mengalir ke reservoir dan ke release cylinder melalui flexible hose dengan tekanan yang kecil.
Pada saat piston bergerak lebih maju, maka lubang pada ujung piston akan tertutup oleh adanya tekanan minyak yang menekan spacer, sehingga tekanan minyak yang ke release cylinder semakin tinggi dan mampu menekan piston release cylinder mendorong push rod.
Pada saat tekanan pedal hilang, maka compression spring akan mendorong piston bergerak mundur, yang menyebabkan kevakuman pada silinder, sehingga minyak reservoir mengalir ke dalam silinder. Pada saat piston telah kembali pada posisi awal karena tekanan compression spring, maka minyak dari release cylinder akan mengalir kembali ke reservoir sampai tekanan minyak normal kembali.
(b). Tipe Portless
Pada saat pedal kita tekan, piston bergerak maju dan minyak melalui valve inlet mengalir ke reservoir dan release cylinder dengan tekanan yang rendah/ kecil. Jika pedal terus ditekan maju, gaya yang mempertahankan conecting rod akan hilang dan conecting rod akan bergerak maju oleh gaya conical spring, sehingga inlet valve akan menutup, yang mengakibatkan tekanan fluida yang ke release silinder naik.
Bila pedal kopling dibebaskan, piston akan kembali mundur oleh tekanan compression spring, maka tekanan fluida akan turun, sehingga spring retainer akan menarik conecting rod ke arah luar an in-let valve terbuka. Gaya balik conical spring maka minyak dari release cylinder kembali ke master cylinder dan recervoir.
(2). Release Cylinder
Tipe release silinder yang umum digunakan ada tiga yakni
a.       adjustable type
Pada jenis adjustable type untuk menyesuaikan jarak bebas ujung release fork dilakukan dengan menyetel mur penyetelnya.
b.      Free adjustable
Free edjustable type tidak memerlukan penyetelan karena penyetelan akan terjadi secara otomatis oleh pegas. Pada tipe ini release bearing selalu menempel pada pressure lever atau diaphragm spring.
c.   non adjustable type
Non adjustable type menyempurnakan free adjustable type, dimana non-adjustable ini panjang push rodnya dapat distel sehingga dapat dijaga release bearing tidak selalu menempel pada pressure lever atau diaphragm spring.
(3). Kebebasan Kopling (free play)
Free play adalah kebebasan yang terdapat pada sistem kopling pada saat pedal kopling mulai ditekan sampai dengan release bearing mulai menyentuh diaphragm spring atau pressure lever. Dengan adanya kebebasan kopling maka sistem kopling tidak akan bekerja pada saat kopling tidak ditekan dan tidak lngsung bekerja saat pedal ditekan, tetapi memerlukan beberapa waktu untuk mencapai langkah efektif.
(a) Kebebasan master cylinder dan push-rod.
Merupakan jarak dari ujung push-rod sampai dengan piston pada saat pedal kopling tidak ditekan.
(b) Kebebasan minyak kopling
Merupakan jarak mulai dari push-rod master cylinder menekan piston sampai tertutupnya lubang ke recervoir.
(c). Kebebasan release fork
Merupakan jarak mulai dari push-rod release cylinder bergerak sampai release bearing menyentuh diphragm spring atau pressure lever, pada saat pedal kopling bebas.
c) Sistem pengoperasian kopling tipe pneumatik - hidrolik/servo – hidrolik
Model sistem pengoperasian kopling tipe pneumatik hidrolik, antara lain yaitu : sistem pneumatik memicu sistem hidrolik, sistem hidrolik memicu sistem pneumatik, sistem hidrolik memicu sistem pneumatik kemudian sistem pneumatiknya memicu sistem hidrolik berikutnya, sistem pneumatik memicu sistem hidrolik kemudian sistem hidroliknya memicu sistem pneumatik berikutnya, serta sistem pneumatik murni.
Pada gambar di atas, dicontohkan sistem hidrolik mengaktifkan sistem pneumatik. Sistem pneumatik kemudian memicu sistem hidrolik berikutnya.
Booster merupakan salah satu komponen penting dalam sistem tersebut. Konstruksi booster adalah sebagai berikut :
Piston booster langsung dihubungkan ke piston dan push-rod kemudian release fork, tidak melalui mekanisme hidrolik. Sedangkan pada tipe sistem hidrolik memicu sistem pneumatik kemudian sistem pneumatiknya memicu sistem hidrolik, piston booster dihubungkan ke piston sistem hidrolik berikutnya.
(1). Prinsip Kerja Sistem Pengoperasian Kopling Tipe Pneumatik – Hydraulic
Kopling tidak berhubungan
Tekan pedal kopling – Tekanan fluida di dalam master kopling naik – Relay  valve bekerja – Poppet  valve terbuka – Tekanan  udara mengoperasikan power piston – Piston  hidrolik bergerak – Outer   lever kopling beroperasi – Release  bearing beroperasi – Pressure  plate tidak menekan disc clutch – disc  clutch bebas
Kopling berhubungan
Lepas pedal kopling – tekanan  fluida di dalam master kopling berkurang – Relay  valve kembali – Poppet  valve tertutup – Tekanan  udara keluar dari lubang pernapasan – Power  piston kembali – Hydrolik  piston kembali – Release  bearing kembali – Release  lever kembali ke posisi semula oleh tekanan pegas – Pressure  plate menekan disc clutch – Disc  clutch berhubungan.
Kopling dibebaskan
Tekan pedal kopling setengah – Tekanan  fluida timbul didalam master silinder – Relay valve beroperas – Poppet valve terbuka – Tekanan  udara menggerakan power piston – Timbul tekanan negatip dibelakang hidrolik piston – Fluida  kembali sedikit dari relay piston – Tekanan  udara tertutup – Power  piston berhenti beroperasi (tenaga kopling berkurang sebagai reaksi penekanan pedal)
Kekurangan tekanan udara
Tekan pedal kopling – Tekanan  fluida timbul didalam master silinder – Hidrolik  piston bergerak – Push  rod kopling beroperasi – Clutch  outer lever beroperasi – Release  bearing beroperasi – Release  lever beroperasi – Pressure  plate terpisah dari disc clutch – Disc  clutch bebas (Relay valve piston, poppet valve dan power piston beroperasi, tetapi tidak dapat menggerakan power piston bila tekanan udara rendah).
(2). Booster Kopling (Clutch Booster)
Cara kerja clutch booster membebaskan kopling
Pedal kopling ditekan - Minyak mengalir masuk clutch booster, terbagi 2 yaitu :
Hydraulc piston (bergerak kekanan) - Push rod hydraulic cylinder (bergerak ke kanan)
Relay valve piston (bergerak kekanan) - Poppet valve terbuka (tekanan udara langsung masuk ke ruang A) - Power piston bergerak ke kanan (udara dalam ruang B keluar melalui pernapasan) - Push rod booster bergerak kekanan - Hydraulc piston (bergerak kekanan) - Push rod hydraulic cylinder (bergerak ke kanan)
Dengan demikian hydraulic piston didorong oleh dua tenaga yaitu tekanan master cylinder dan tekanan booster. Bila servo udara/ booster rusak maka sistem pengoperasian tetap bekerja tetapi membutuhkan tenaga penekanan pedal yang lebih besar.
Urutan aliran tenaganya adalah sebagai berikut :
Pedal kopling ditekan - Minyak mengalir masuk clutch booster, terbagi 2 yaitu :
·         Hydraulc piston (Hydraulic piston bergerak kekanan) - Push rod (bergerak kekanan oleh tekanan dari master cylinder saja).
·         Relay valve piston (tidak bekerja)
Cara kerja clutch booster menghubungkan kopling
Begitu pedal kopling dibebaskan, fluida akan kembali ke master cylinder, sehingga pegas pengembali mengembalikan seluruh bagian booster/ servo ke posisi semula, menyebabkan tekanan udara di dalam ruang A akan keluar melalui pernapasan

Sabtu, 21 Maret 2015

Adi WePe Blog's : Download Lagu Wali Band

Adi WePe Blog's : Download Lagu Wali Band: .,.,.,hadir lagi buat bg2 lgunya wali Wali Band - Cinta Itu Amanah Wali Band - Maaf Aku tak Setia Wali Band - Yang Wali Band - Masih Ada...

Adi WePe Blog's : Download Lagu Wali Band

Adi WePe Blog's : Download Lagu Wali Band: Kali ini saya hadir lg buat bg2 beberapa lagunya Wali Band.,.maklum,saya penggemar Beratnya Wali.,.,ya walaupun dikit ya gpp lah.,.,yg penti...

Adi WePe Blog's : Via Vallen download

Adi WePe Blog's : Via Vallen download: heheheehhehe ketemu lagi sama ane yang baik hati & ganteng ini brayyyy (hahahah ngimpi),ane bgi lg gan lagunya Via Vallen . , ., .,mo...

Adi WePe Blog's : Download Lagu Via Vallen

Adi WePe Blog's : Download Lagu Via Vallen: Assalamu'alaikum mas browh mbak browh semuanya.,.,., karna ane lg happy,ane mau bg lagi lau Via Vallen nya.,.,.,cuma dkit lg sich heheh....

Sabtu, 14 Maret 2015

Wirausahawan Sukses Kerajianan Bahan Lunak

Assalamu'alaikum,kali ini saya mau bg2 tugas Kewirausahawaan saya dulu tentang Wirausahawan Sukses di Bidang Kerajinan Bahan Lunak



Kisah 7 Pengusaha Benda Lunak
1.                  Joyce
         Tepung biasanya dipakai untuk membuat adonan makanan. Tapi, tepung juga bisa diolah menjadi salah satu barang kerajinan yang menarik dan bernilai ekonomi tinggi. Di tangan Joyce (40), warga Jalan Menur nomor 4, Kecamatan Sidorejo, Salatiga ini, tepung bisa disulap menjadi aneka model patung, gantungan munci, hiasan kulkas dan aneka souvenir menarik lainnya.Joyce yang mempunyai latar belakang pendidikan farmasi ini menemukan clay alternatif yang terbuat dari tepung. Istilah clay sebenarnya berarti tanah liat. Dalam dunia handycraft kata clay merujuk pada malam, salah satu bahan yang liat dan mudah dibentuk. Namun Joyce "mengakali" materi clay dengan clay tiruan yang menggunakan bahan seperti tepung maizena, lem kayu, pengawet makanan natrium benzoat. "Saya menyebutnya dengan istilah clay tepung. Kalau diwarnai sekilas menyerupai malam (lilin mainan)," kata Joyce, yang menaungi bisnis handycraft di bawah bendera Rumah Kreativitas JOY ART, pekan lalu.
           Adonan clay tepung berwarna putih ini wujudnya lunak. Sehingga, kontur yang kenyal atau liat ini mudah dibentuk. Untuk itu, pembentukan kreasi ini tidak memerlukan cetakan, cukup dibentuk menggunakan tangan saja (handmade). Dengan adonan clay ini, dia dapat membuat aneka kreasi sesuai dengan imajinasi atau keinginan sesukanya.  Sedangkan untuk pewarnaannya, bisa menggunakan pewarna makanan, cat air, cat poster maupun cat acrylic. Di tangan Joyce (40), warga Jalan Menur nomor 4, Kecamatan Sidorejo, Salatiga ini, tepung bisa disulap menjadi aneka model patung, gantungan munci, hiasan kulkas dan aneka souvenir menarik lainnya. "Dalam bisnis kita harus cermat menangkap peluang. seperti kemarin piala dunia, kita membuat kreasi Clay tepung bertema World Cup 2014 berupa patung mascot World Cup dan pemain bola, gantungan kunci, hiasan (magnet) kulkas, hiasan pulpen," ungkap Joyce.
          Ia menjual produk bertema World Cup tersebut dengan harga bervariasi, tergantung pada model dan ukurannya. Sebagai contoh, untuk kreasi patung dengan tinggi sekitar 10 cm, harga berkisar dari Rp 35 ribu hingga Rp 75 ribu. Untuk kreasi gantungan kunci dan magnet kulkas Rp 12 ribu - Rp 25 ribu. Kreasi pulpen harga Rp 10 ribu - Rp 12 ribu. "Kalau omzet, tidak tentu ya mas. Fluktuatif, kadang ramai kadang sepi," kata dia. Bergelut di bisnis kerajinan ini, Joyce mengaku modal awal yang dikeluarkannya hanya sekitar Rp 500 ribu,  karena bahan clay tepung ini adalah bahan yang murah dan mudah didapat di pasaran. Kreativitas Joice dalam mengolah clay tepung ini juga tidak membutuhkan peralatan yang mahal atau impor, cukup memanfaatkan barang-barang yang ada di rumah.
 "Saya dari awal punya prinsip tidak mau tergantung pada peralataan yang mahal atau impor. Sebagai contoh, saya hanya membutuhkan alat bantu dari sedotan yang ujungnya dipotong setengah lingkaran untuk membentuk mulut. Tusuk gigi untuk membuat lubang-lubang. Pisau untuk membuat sayatan dan pipa paralon atau gelas untuk menggilas," ungkap Joyce. Bisnis handycraft dari clay tepung ini sangat menggiurkan. Bahkan, Joyce rela hengkang dari pekerjaan tetapnya sebagai dosen dan beralih profesi sebagai pengusaha. Demi pemasaran produk ini, dia lebih banyak melakukan transaksi online, sehingga pemesan tidak hanya terbatas dari dalam kota, tetapi juga banyak dari luar kota. "Saya memulai bisnis ini sejak tahun 2008, setelah saya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan saya sebagai dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFAR) YAPHAR, Semarang. Pada awalnya banyak yang sinis, bahkan keluarga saya sendiri awalnya tidak setuju saya bekerja dibidang ini. Tapi menurut saya, setiap bidang pekerjaan punya kelebihan dan keunikan masing masing," ungkap Joyce.
            Saat ini, Joyce tidak hanya membuat dan menjual kerajinan clay tepung. Dengan dibantu dua orang pegawai, dia juga melayani pesanan pembuatan souvenir dengan materi lain seperti lilin, fiberglass, gypsum, kreasi cangkang telur dengan dekorasinya menggunakan chocolate clay dan fondant (palstic icing). "Kami juga membuka kursus kreativitas bagi anak-anak maupun dewasa. Tidak hanya terbatas pada kerajinan, tapi juga produk makanan seperti cookies," ujar Joyce.
Keberhasilan Joyce sebagai pengusaha kerajinan clay tepung tidak lepas dari backgroud-nya dalam bidang farmasi yang sejak awal dia geluti. Lulusan sarjana farmasi UGM ini pernah tercatat sebagai staf penelitian dan pengembangan di Sekolah Santa Laurensia, Serpong Tangerang dan terakhir sebagai dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (Stifar) "Yaphar" Semarang. "Kebetulan saya sangat menyukai dunia sains, saya senang mengolah bahan. Saya mencoba membuat produk  sains yang banyak dipakai dalam kehidupan sehari-hari seperti sabun, lilin dan barang-barang fiberglass," tutur Joyce. Suatu hari di perpustakaan sekolah, Joyce membaca sebuah buku sains yang di dalamnya ada sebuah teori yang mengatakan bahwa tepung kalau dicampur dengan lem putih (lem kayu) akan menghasilkan adonan yang kalau di-angin-anginkan dapat mengeras dengan sendirinya. .
"Tapi di dalam buku tersebut tidak dijelaskan detail, termasuk tentang jenis tepung yang dimaksud," kata dia. Terlintas dibenak Joyce untuk memulai wirausaha. Kenapa mesti bekerja dengan orang lain, jika dengan pengetahuannya itu selama ini ia sudah bisa membuat berbagai macam barang. Hingga akhirnya Joyce memberanikan diri untuk berhenti mengajar dan bertekad menekuni bisnis handycraft. Usaha Joyce berpindah haluan dari dunia akademik menjadi pengusaha handycraft tidaklah mulus. Bahkan ia sempat kembali mengajar di Semarang, setelah usahanya gulung tikar karena jeblok di pemasaran. "Saya mencoba clay tepung pada Februari 2008.  Untuk mendapatkan hasil yang halus, perlu jam terbang tinggi. Dari awal membuat sampai memperoleh hasil yang benar-benar halus dan layak jual, butuh waktu sekitar 3 bulan. Untungnya saya punya background pendidikan farmasi. Sehingga ada pengetahuan tentang sifat-sifat bahan," kata dia.
            Adonan clay tepung ini sifatnya mudah mengeras kalau terkena udara, sehingga membentuknya harus cepat. Menurut Joyce, keterampilan tangan sangat mempengaruhi produk yang dihasilkan, sehingga butuh orang yang memiliki bakat dan keterampilan tinggi.  "Juga harus telaten, tapi tidak berarti yang tidak ada bakat tidak bisa mengerjakan. Semua tergantung pada niat dan usaha. Kalau sering latihan lama-lama bisa," tegasnya. Tidak disangka, produk yang dihasilkan Joyce ini ternyata banyak yang tetarik. Banyak yang ingin membeli sekaligus ingin mempelajari cara membuatnya.  "Dari situ akhirnya saya membuat kursus  pada bulan Agustus 2008. Sedangkan pemasaran produk dan kursus saya lakukan dengan berjalan kaki dari satu toko ke toko yang lain untuk menitipkan brosur, sehingga banyak yang mengenal produk saya, memesan dan kursus," ujar dia.
Apresiasi dan dukungan dari konsumen terhadap produknya membuat Joyce semakin mantap untuk menjalankan bisnis ini. Kini ia bisa membuktikan, jika bisnis ini banyak mendatangkan keuntungan, tidak hanya finansial namun juga aktualisasi dari kemampuan diri. "Saya tidak merasa gengsi karena dianggap turun kelas. Tapi justru bisa berbagi ilmu lebih nyata kepada orang banyak. Dari memberi kursus saya bisa memberikan inspirasi dan motivasi kepada orang lain untuk berwirausaha," imbuhnya. Joyce sangat mengharapkan, bisnis yang digelutinya ini, ke depan bisa lebih dikenal luas oleh masyarakat. Bahkan termasuk ke luar negeri.  "Syukur bisa ekspor. Semoga bisa membuat lapangan kerja lebih luas," kata Joyce.
2.                   Kisah Sukses Erli Erla Wati 1
Awalnya ibu dua anak ini merajut aneka kerajinan untuk mengisi waktu luang. Tak disangka, buah karyanya laku dijual. Bahkan kini, aneka kerajinan buatannya bisa ia ekspor hingga ke Negeri Sakura.  Namaku Erli Erla Wati (43). Profesiku kini, sebut saja sebagai perajin clay . Dulu, aku sempat bekerja sebagai akunting, maklum aku lulusan jurusan akuntansi di sebuah universitas di Jakarta. Namun, sejak aku menikah dengan Iwan Santosa (45), dia memintaku berhenti bekerja. Suamiku dulu teman sekampus, hanya bedanya dia jurusan kedokteran. Kini, dia tentu saja sudah menjadi dokter. Setelah menikah, aku melahirkan dua anak, Irena Santosa yang kini berusia 17 tahun dan Ivana Santosa yang kini berumur 4 tahun. Lantaran kedua anakku sudah mulai beranjak besar, aku yang sehari-hari mengurusi rumah tangga akhirnya mulai mencari-cari kegiatan untuk mengisi waktu luang di rumah. Kebetulan, suamiku mengizinkan aku bekerja lagi, asalkan tidak sampai meninggalkan anak.
Jual Kerajinan
Selama di rumah, sebetulnya aku tidak murni menganggur. Sembari mengurus suami, anak-anak dan rumah tangga, aku melakukan kegiatan merajut aneka tas, membuat kerajinan dari pita, dan barang keterampilan lain. Setelah terkumpul, barang-barang itu aku jual. Lumayan, ada sesuatu yang bisa kulakukan untuk mengisi waktu senggang. Yang kuinginkan waktu itu hanya membuat sesuatu yang bisa dijual cepat tapi mudah dipelajari. Aku mempelajari semua itu secara otodidak, dari buku. Namun, aku sempat menghentikan hobiku ini ketika anakku lahir karena ingin fokus merawat anak. Aku baru mulai melakukannya lagi setelah Irene berusia dua tahun. Namun, ternyata perjalanan berbisnis kecil-kecilan seperti ini tetap saja ada risikonya. Aku sempat berhenti berjualan, karena saat itu barang-barangku dibeli orang, tapi tidak dibayar.
Aku lalu banting setir, mencoba beberapa usaha baru. Antara lain, membuka salon dan menjadi supplier bahan bangunan. Namun, usaha ini kurang disetujui suamiku karena aku jadi tidak bisa diam di rumah dan mengurus anak. Sebab, aku harus sering bepergian. Aku lalu putar otak agar bisa tetap bekerja dari rumah. Pilihanku jatuh pada keterampilan. Aku memulainya dari membuat aneka rajutan.

Dipaksa Merajut
Merajut bukanlah hal yang sulit buatku. Sebab, aku sudah disuruh belajar merajut oleh ibu sejak aku berusia 4 tahun. Ibuku yang hidup di zaman penjajahan berpendapat, seorang perempuan haruslah punya keterampilan. Jadi, beliau mewajibkan anak-anaknya belajar merajut, yang waktu itu diajarkan oleh seorang suster yang bekerja pada keluarga Belanda. Mungkin karena umurku masih sangat kecil, ketika itu aku tidak suka merajut. Namun, ibuku tidak mau tahu. Pokoknya, harus belajar merajut. Kalau tidak mau belajar, aku dicubit ibuku sampai menangis. Akhirnya, aku terpaksa mau belajar merajut. Kami yang tinggal di desa kecil di daerah Parakan, Temanggung, Jawa Tengah, memang bukan keluarga mampu. Untuk membeli jarum rajutnya saja, ibuku harus datang ke tukang tambal ban dan mencari jari-jari roda sepeda. Setelah itu, beliau akan pergi ke tukang bubut untuk menjadikannya batang logam itu lancip sehingga bisa dijadikan jarum rajut.
 Setelah punya anak dan memutuskan untuk bekerja dari rumah dengan membuat keterampilan, kupikir apa salahnya mengerjakan rajutan yang dulu sudah kupelajari? Rupanya, inilah jalan yang diberikan Tuhan untukku, melalui ibu tentunya, yang kurasakan kelak di kemudian hari. Kegiatan yang dulu membuatku menangis karena tersiksa itu, kini membuka jalanku untuk punya usaha sendiri. Setelah merajut, kerajinan yang kubuat mulai berkembang ragamnya. Bukan hanya rajutan saja karyaku. Pelan-pelan, aku mencoba keterampilan lain, termasuk di antaranya dari bahan clay . Awalnya, aku mencoba membeli bukunya dan mencari tahu seluk-beluk clay . Untuk mendapatkan ilmu lebih dalam, aku ikut berbagai kursus yang diadakan orang-orang yang sudah senior di bidang itu. Dari situlah aku makin tahu sifat-sifat clay .
Aku mulai berani membeli buku lebih banyak lagi, lalu belajar sendiri dari buku itu. Ternyata, aku sangat menikmati dunia baru yang kulakukan sejak akhir 2007 ini. Saat itu, belum banyak orang yang berbisnis di bidang clay . Jadi, kupikir aku masih punya kesempatan untuk “bermain” di bidang ini. Ternyata, dugaanku benar. Aku mendapat kesempatan yang saat itu kuanggap langka.

Jadi Agen Tunggal
Saking sukanya pada clay , aku mencari pabrik yang memproduksi clay itu. Lebih dari itu, aku mencoba mengajukan diri ke pabrik pembuat clay yang ada di Jepang untuk menjadi agen tunggal untuk wilayah Indonesia. Sebab, kulihat variasi bahan clay  yang ada di Indonesia belum lengkap. Di situlah aku menangkap kesempatan untuk menjadi agen tunggal pendistribusian clay di Indonesia. Kebahagiaanku menjadi lengkap karena suamiku pun mendukung penuh. Toko kecil kemudian aku buka di rumah. Di sini, aku menyediakan beberapa produk clay impor dari Jepang. Juga menyediakan perlengkapan dan peralatan untuk membuat keterampilannya. Agar makin lengkap, aku juga menyediakan perlengkapan merajut.
             Ketertarikanku pada clay tak berhenti dengan menjadi agen tunggal saja. Aku juga mendalami segala hal yang berhubungan dengan clay . Oleh karena itu, ketika anak-anak sudah beranjak besar. aku memberanikan diri minta izin kepada suami untuk mempelajari clay secara langsung di Jepang. Betapa bahagianya aku karena suamiku mengizinkan. April 2008 aku berangkat ke Jepang. Sebetulnya, di Jepang tidak ada kursus singkat clay . Namun, aku bisa belajar selama dua minggu pada seorang guru clay  di sana karena mendapat rekomendasi dari pabrik clay  yang menjadikanku agen tunggal itu. Aku bisa mendapatkan rekomendasi lantaran target penjualanku sebagai agen tunggal terpenuhi. Di sana, selama dua minggu, sejak pagi sampai sore, aku berkutat dengan clay . Sebagian besar yang kupelajari bukanlah hal-hal dasar lagi, melainkan hal terbaru yang sedang jadi tren di Jepang. Salah satu hal yang kulihat ketika belajar di Jepang adalah cara mengajar mereka yang berbeda dari para guru kursus di Indonesia.
             Di Indonesia, para guru kursus umumnya tidak memberikan detail dasarnya, sehingga murid tergantung kepada gurunya. Keterampilan yang dimiliki jadi tergantung dari apa yang diberikan guru. Sementara di Jepang, aku langsung diberikan trik-trik mempelajari clay . Jadi, dengan satu kunci saja, aku bisa membuat berbagai macam karya.

Membuka Kursus
Sepulang dari Jepang, aku membuka kelas kursus dengan sistem paket. Setelah itu, aku juga mulai membuka kursus untuk para instruktur kursus, yaitu bagi orang-orang yang ingin menjadi guru kursus clay . Sebetulnya, dunia clay sangat dekat dan berhubungan langsung dengan keseharian kita, lho. Misalnya, ketika kita makan di restoran, kita bisa meniru menu yang disajikan menjadi paket makanan berbahan clay , sehingga bisa dijadikan dummy menu itu. Atau, misalnya ketika kita melihat sekuntum bunga, kita bisa memotretnya lalu membuatnya dalam bentuk clay .Namun, cara ini hanya bisa dilakukan bila kita menguasai teknik dasarnya dan tahu jenis-jenis clay . Sebab, ada banyak jenis clay yang ada di pasaran. Kita tidak bisa bilang clay  jenis A jelek, sebab tiap jenis memiliki sifat yang berbeda. Mungkin yang terjadi adalah penggunaannya yang kurang tepat. Misalnya, karena sifatnya yang berat, stone clay  tidak bisa digunakan untuk membuat barang yang ukurannya kecil.
Jadi, stone clay lebih cocok untuk membuat patung atau hiasan meja. Sementara, paper clay  yang sifatnya ringan, tidak bisa dibentuk untuk ukuran yang sangat kecil karena tidak lentur. Sayangnya, banyak orang di Indonesia yang tidak mau mempelajari sifat dari masing-masing bahan clay . Ini jadi kendala buat mereka. Aku justru sangat menikmati ketika mempelajari seluk beluk clay . Dengan tahu hal itu, kita punya kepuasan batin luar biasa.

3. Bisnis Clay, Produk Mini yang Hasilkan Omzet Jumbo

          Seni kerajinan berbahan dasar clay atau lilin mainan tengah populer di kalangan industri kreatif. Pasalnya di tangan pengrajin yang terampil, lilin tersebut dapat berubah bentuk menjadi mainan imut beraneka ragam dan mampu menciptakan peluang bisnis menjanjikan. Bentuknya yang mungil dan lucu, miniatur clay kerap menyedot perhatian pengunjung karena didesain sangat mirip dengan aslinya. Benda yang sering dibentuk adalah makanan, minuman, perabot rumah tangga dan sebagainya. Uniknya, mainan clay ini membutuhkan detail yang rumit di mana perlu keterampilan dan kesabaran untuk bisa membuat karya seni bernilai tinggi. Salah satunya adalah Mai Hartanegara, pemilik outlet miniatur clay Tiny & Co. Di tangan dinginnya, lilin mainan itu disulap menjadi kerajinan bernilai jual.
          “Awalnya hobi saja, coba buat bentuk model clay sendiri, dan akhirnya tertarik buka workshop di Kuningan dan toko di Plaza Indonesia,” urai dia di sela acara Inacraft 2013 di Jakarta Convention Center. Dia mengaku, dukungan pasar yang sangat besar mendorong bisnisnya tumbuh dengan cepat. Tak kurang dari ratusan clay bentuk makanan dan minuman telah dihasilkan hingga saat ini. Dibantu empat orang karyawan, setiap harinya dia mampu memproduksi puluhan item clay. “Kalau clay dengan bentuk agak rumit, biasanya membutuhkan waktu pembuatan 1-2 jam. Setelah itu dikeringkan, dan baru bisa dijual keesokan harinya,” jelasnya. Harga clay di Tins & Co bervariasi antara Rp 10 ribu sampai dengan termahal Rp 3,5 juta. Mai mengatakan, pihaknya pernah menerima pesanan dari penggemar berat miniatur clay dalam bentuk pasar tradisional lengkap seharga Rp 9 juta.
        “Semakin sulit tingkat kerumitan model clay dan banyak item, semakin mahal harga miniaturnya. Tapi ada saja yang beli, dan biasanya mereka mengumpulkan clay satu persatu hingga akhirnya jadi banyak,” jelasnya. Dari hasil usahanya, Mai bisa mengantongi omzet hingga Rp 40 juta per bulan. Bahkan demi menggenjot penjualan, dia rajin mengikuti beragam pameran kerajinan, seperti Inacraft yang memasang target omzet minimal Rp 5 juta per hari. Kecintaan Wanita keturunan Tionghoa itu pada miniatur clay pun ditularkan kembali ke masyarakat. Caranya membuka kursus pelatihan tentang berbagai cara dan teknik membuat miniatur dari clay. “Anak-anak usia 5 tahun sampai dewasa dapat menjadi peserta kursus dengan biaya Rp 75 ribu per jam. Jadi kalau pemula, kami akan bimbing pembuatan miniatur yang mudah dulu,” tukasnya. Soal persaingan, Mia tak pernah gentar menghadapi serbuan bisnis serupa. Sebab, dia berupaya untuk menjaga kualitas dan mengasah kreatifitas seninya sehingga setiap produk yang dihasilkan memiliki karakter atau ciri khas tersendiri.
         “Kami pakai clay impor dari Jepang, dan lebih menonjolkan permainan tekstur warna supaya lebih mirip dengan benda aslinya. Itulah yang menjadi kekuatan kami bisa bertahan sampai sekarang,” pungkas dia mengakhiri perbincangan.

4.Kiasah Sukses Pengusaha Gerabah

           Beni Sukarsa (66 tahun) adalah salah satu pengusaha kerajinan gerabah di Bandung. Ia tergolong seorang pengusaha sukses di bidang usaha kreatif. Studio kerja Beni berada di taman belakang rumahnya di Jalan Hegarsari, Bandung. Studio tersebut tidak berpintu. Di bagian depan sebelah kanan terdapat sebuah tungku pembakaran, di sebelah kanan terdapat beberapa contoh keramik berbentuk rumah yang berfungsi sebagai kap lampu taman. Masuk lebih dalam ke studionya terdapat rak-rak yang menyimpan keramik-keramik yang sudah dibentuk dan siap dikoreksi sebelum dibakar. Rak ditutupi oleh plastik agar keramik tidak mudah kering sehingga mudah diperbaiki jika terjadi kesalahan bentuk.
           Di depan rak berisi keramik yang siap dikoreksi terdapat meja. Di meja tersebut banyak burung mendarat. Burung tersebut, lagi-lagi hanya keramik. Selain meja penuh burung, ada juga meja tempat kerja para pegawai Beni. Di sekeliling meja terdapat rak yang dipenuhi pencetak keramik dan tanah-tanah liat sebagai bahan baku. Di studio tersebut Beni biasa membuat model keramik terbaru. Beni mengkhususkan diri membuat keramik berjenis gerabah yang merupakan jenis keramik dengan suhu pembakaran rendah. Sementara keramik dengan suhu pembakaran tinggi disebut porselen.
          Gerabah karya Beni punya ciri khas. Sebagian besar merupakan gerabah berbentuk binatang yang disederhanakan. Ada bebek, ayam, kuda, ikan, anjing, burung, dan lainnya. Meskipun bentuknya sangat sederhana, tetapi menarik dan berseni. Untuk memberi sentuhan seni, Beni tidak dapat menyerahkan semua pengerjaan gerabah-gerabahnya pada pegawai. Itu sebabnya Beni masih sering turun untuk mengoreksi pekerjaan pegawainya. Dengan demikian, lekuk-lekuk tubuh dan ornamen gerabahnya tetap terkesan lentur dan menarik. Sejak kecil Beni sudah terlatih meniru bentuk berbagai benda, terutama meniru bentuk binatang. Saat usianya sekitar 11 tahun, Beni memiliki tugas membantu ibunya membuat kue. Ibu Beni memiliki toko kue di Jalan RE Martadinata Bandung.
           Tugas Beni ketika itu membentuk kue petit fleur (bunga kecil-bahasa Perancis) yang terbuat dari campuran gula dan kacang. Kue tersebut biasanya dibentuk mirip buah-buahan. Tetapi Beni lebih suka membentuknya seperti binatang. Selepas sekolah menengah atas pada tahun 1960, Beni meneruskan pendidikan ke jurusan Seni Keramik, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Teknologi Bandung. Pada tahun 1966 terjadi transisi pemerintahan dari Orde Lama ke Orde Baru. Keadaan perpolitikan di negeri ini memengaruhi dunia pendidikan. Kegiatan belajar di Kampus ITB sempat terhenti selama dua tahun. Oleh karena itu Beni menyelesaikan pendidikan di FSRD ITB selama delapan tahun. Tahun 1969 ia bekerja sebagai asisten dosen di almamaternya. Saat itulah Beni bertemu Lana Marcella Wuwungan, mahasiswi yang kemudian menjadi istrinya.
          Selanjutnya Beni megikuti program kerja sama Indonesia dan Belanda hingga tahun 1972. Di Belanda ia banyak belajar tentang keramik dari beragam praktik kerja yang diikutinya. Sepulang dari Belanda, Beni bekerja di Balai Besar Industri Keramik, Dinas Perindustrian Kota Bandung. Selama bekerja di instansi pemerintah, Beni banyak berkeliling ke sentra-sentra keramik di berbagai pulau di Indonesia, antara lain Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Ambon. Pada tahun 1978 dia juga pernah mempelajari keramik di Jepang. Beni mempelajari gerabah Haniwa yang memiliki desain sederhana, namun karena nilai seninya tinggi, harganya pun mahal. Saat itu gerabah-gerabah dengan tinggi 10 sentimeter dihargai 15 dollar Amerika Serikat. "Waktu itu saya pikir, kenapa tidak membuat gerabah saja. Selain saya punya kemampuan membuat dan mendesain keramik, gerabah disukai orang di luar negeri. Pasar gerabah di luar negeri sangat terbuka," kata Beni. Negara yang banyak memiliki peminat gerabah di antaranya Australia, Eropa, dan Amerika Serikat.
           "Jadi jangan berpikir bahwa gerabah itu hanya gentong, genteng, dan bata. Bentuk gerabah bisa macam-macam dan cara pembuatannya lebih sederhana karena hanya membutuhkan tungku sederhana yang suhunya tidak perlu tinggi," kata Beni. Berbeda dengan keramik bersuhu pembakaran tinggi, biaya produksi gerabah pun jauh lebih murah. "Untuk membuat porselen dibutuhkan glasir untuk mengkilatkan dan memberi efek kaca pada keramik. Tetapi glasir yang bagus harganya mahal karena masih produk impor. Sementara glasir lokal memberi hasil yang kurang baik," tutur Beni. "Daripada membuat porselen yang kualitasnya tidak terlalu baik dan biayanya tinggi, lebih baik membuat gerabah sederhana tetapi menarik," ujarnya.
            Beni yang sejak kuliah sudah hobi membuat keramik dan ikut pameran, membuka bisnis gerabah di rumahnya. Namun, ia tetap bekerja sebagai pegawai negeri. Untuk mempromosikan gerabah-gerabahnya, Beni rajin mengikuti pameran di berbagai kota dan negara. Gerabah Beni mulai dikenal masyarakat. Dari pameran tersebut Beni berkenalan dengan komunitas penggemar barang-barang keramik. Beberapa arsitek menggunakan gerabah-gerabah Beni untuk mempercantik bangunan yang dibuatnya. Beni pun ikut Himpunan Keramik Indonesia. Gerabah Beni dikenal dengan nama Beni’s Ceramic. Keramiknya sering dipesan oleh berbagai keluarga pejabat di Indonesia. Nyonya Adam Malik dan Hartini Soekarno misalnya, merupakan dua kolektor gerabah karya Beni. Beberapa ekspatriat di Bandung pun banyak yang tergiur memiliki dan mempelajari cara membuat gerabah di studio Beni.
            Sebelum krisis moneter, studio Beni yang luasnya hanya sekitar 50 meter persegi itu selalu dipenuhi ekspatriat untuk belajar membuat keramik. Setelah peristiwa kerusuhan sosial tahun 1998, ekspatriat yang menjadi murid-murid Beni banyak yang kembali ke negeri asalnya. Akibatnya, kursus membuat keramik Beni pun sepi kembali. Meskipun demikian, masih banyak pelanggan yang sengaja membeli gerabahnya untuk dijual ke luar negeri. Gerabah buatan Beni juga banyak dipakai di beberapa hotel dan restoran di sekitar Jakarta, Bogor, dan Bandung. Selain itu, banyak juga yang membeli gerabahnya untuk dijual kembali di galeri-galeri seni di Jakarta dan Bandung. Pembeli yang ingin membeli langsung di studionya pun boleh.
            DI studionya, Beni memiliki dua pekerja yang bertugas mencetak tanah-tanah merah. Namun di Majalengka, Beni juga mempekerjakan dua keluarga untuk membuat gerabah berupa gentong atau pot bunga. Keluarga tersebut diberi bahan dan tungku. Memilih Majalengka karena alasan bahan tanah liat di daerah tersebut bagus untuk keramik. Beni melakukan pekerjaannya lebih karena ingin menyalurkan hobi. Karenanya, ia tidak terlalu berorientasi keuntungan dari bisnisnya. Gerabah produksinya ada yang berharga Rp 10.000, ada pula yang sampai jutaan rupiah, tergantung ukuran dan kreasinya. Hobi Beni dalam membuat keramik juga memantapkan hobi istrinya, Lana. Lana yang senang berkebun dan menata tanaman sering kali dimintai bantuannya untuk menata letak gerabah di rumah pelanggan yang membelinya. Penempatan gerabah yang tepat akan mempercantik sebuah bangunan. Tetapi jika keliru, penempatan gerabah akan merusak pemandangan di sekitarnya.

5.Mochamad Taufiq Wirausahawan Keramik

          Wirausahawan yang satu ini merintis usahanya  dengan modal yang sangat kecil, yaitu Rp 20.000. Ia bernama Mochamad Taufiq, memiliki moto hidup yang sederhana yakni pantang menyerah dan kerja keras.Mochamad  taufiq yang kini sukses menjadi pengusaha keramik di plered,Purwakarta yang per bulannya meraup omzet hingga ratusan juta. Ia hampir tidak memiliki modal untuk memulai usahanya ini yang dirintisnya sejak tahun 1990. Awalnya ia hanya membeli keramik pada para pengrajin , yang ia cat sendiri bersama istrinya.
         Dalam permulaan usahanya dia sering bekerja hingga 24 jam untuk memenuhi pesanan pelanggan. Taufiq mengatakan bahwa, dulu persaingan  dalam bidang ini tidaklah seketat  sekarang. Alasan mengapa usahanya terus berkembang pesat dan berhasil menarik perhatian pembeli, ia memiliki cara tersendiri. Yaitu dalam proses pengecatan ia menggunakan cat kendaraan pada produk keramiknya. Dalam kurun waktu satu tahun modal yang dimilikinya semakin terkumpul, ia mulai memproduksi dan memasarkan sendiri produk keramikny hingga ke Palembang dan Kalimantan. Saat itu ia memasukkan tiga orang karyawan di usahanya.Desa Citeko merupakan tempat dimana pak taufiq memesan tanah liat untuk bahan baku keramik produksinya.
         Setelah bekerjasama dengan 5 toko, pak taufiq tidak lagi memasarkan produk keramiknya ke luar daerah dia hanya menjualnya ke toko tersebut. Dari usaha keramik ini omset yang diraup pak taufiq per bulannya  sekitar Rp 150 juta , laba bersih antara 25%-30%. Bertambahnya jumlah karyawan yang saat ini mencapai 21 orang, pak taufiq per minggunya menghabiskan 1 sampai 2 ton tanah liat. Pada awalnya, pak taufiq memiliki 4 industri rumahan khusus pembuatan keramik. Tetapi ketika dua orang anaknya membutuhkan biaya untuk sekolah akhirnya ia pun menjual rumah industrinya tersebut.
           Tantangan dan rintangan ia lewati selama menjalani usahanya. Ia juga pernah dituduh menyebabkan polusi dan  pencemaran  lingkungan. Namun setelah bernegosiasi dengan matang akhirnya masalah itu bisa terselesaikan dengan baik. Dan ternyata dalam negosiasi orang-orang tersebut minta uang namun taufiq tak menghiraukannya. Kisah ini patut kita jadikan sebagai inspirasi berwirausaha. Mochamad Taufiq ini adalah salah satu orang yang mampu menaklukan keadaan demi merintis usahanya. Pantang menyerah dan kerja keras, itulah kunci utamanya.

6. Kisah Sukses Seorang Wirausahawan Keramik, FX Widiyanto

F. Widayanto adalah seorang seniman keramik terkenal dari Indonesia. Awalnya keinginan untuk menekuni dunia keramik, bertentangan dengan keinginan kedua orang tuanya. Pada tahun 1983 F.Widayanto memulai awalnya bisnisnya. Dengan kegigihan beliau tetap menajalani mimpinya tersebut sampai akhirnya beliau berhasil menjadi seorang entrepreneur pada bidang seni  keramik ini. Bermula dengan berkualiah di ITB , saat ini Beliau sudah memiliki beberapa outlet atau showroom di beberapa daerah Jabodetabek. Kunci suksesnya adalah bekerja pada bidang usaha yang disukainya. Walaupun usahanya sudah dijadikan semacam bisnis tetapi hal yang paling ia perhatikan adalah design dan product. Dan saat ini F.Widayanto melakukan kerja sama dengan sebuah perusahaan Jepang bernama Kobayashi.

Bekarya untuk komersial
          Dimulai dari mimpi dilanjutkan dengan kerja keras dan juga konsisten. Setiap halangan yang dihadapi pun dijadikan sebagai pelajaran untuk membuat kita dapat lebih lebih mawas diri. Dan setelah kita berhasil , janganlah terlena karena kesusahna dan kesenangan datang silih berganti. Dalam setiap usaha pasti ada pesaing, dan hal ini membuat kita menjadi perlu bekerja dan bekerja lagi agar dapat lebih dari para pesaing kita. Art dan bisnis adalah sesuatu yang side by side, karena itu kita memerlukan orang-orang yang dapat dipercaya untuk dapat menjalankan bisnis kita. Bagaimana pun juga orang-orang yang dimanage untuk menjalankan usaha kita adalah perpanjangan tangan kita.
         Visi juga merupakn unsur paling penting dalam membuat suatu bisnis.  Keramik berasal dari tanah liat, dan visi dari seorang F.widayanto dulunya adalah, bagaimana caranya agar tanah liat ini dapat menjadi kebutuhan masyarakat nantinya. Dengan kata lain membuat sesuatu biasa menjadi luar biasa, dengan menambahkan nilai artistik. Kita pun harus memiliki mimpi dalam mimpi kita, agar kita berusaha lebih untuk menggapai mimpi kita. Jiwa entrepreneur adalah jiwa perjuangan , jiwa tanpa putus asa, dan keberanian dalam mengambil sesuatu yang beda. Sesuatu yang kita punya , itulah yang kita inginkan. Sesuatu yang sederhana itulah yang mengingatkan kita, bekerja dulu, baru menikmati hasilnya. Tapi kembali lagi, jangan mudah terlena dan tetap sederhana. Dalam usahanya, F.Widyanto mendidik karyawannya secara professional, dengan mengajarkan cara pembuatan dan basic yang sama, melakukan sesuatu sesuai dengan keahlian mereka. Ide yang dimiliki pun selalu berkembang, ide dapat diperoleh dimana saja dan dari siapa saja, maka dari itu selalu hormatilah dan mendengarkan ide dari orang lain. Membuat suatu karya haruslah menyentuh hati , menjual sesuatu yang personal secara personal. Menjual product dengan knowledge untuk membuat orang mendapatkan knowledge.

Bagaimana membuat art menjadi bisnis?
Semakin besar pohon, semakin banyak angin. Maka dari itu kita memerlukan motivasi dalam melakukan hal ini.
- Ikutilah kata hati dan mimpi anda.
- Memuaskan pelanggan kita, tidak hanya dengan product yang dihasilkan, tapi juga dengan suasana yang ada, melayani mereka dengan hati.
- Selalu memulai seusatu dengan gigih.

Prinsip marketing yang dijalankan :
- Membuat orang betah/nyaman “ when you feel better, you shopping more
- Membuat orang merasa nyaman, agar mereka berbelanja dengan hati.
Mission dari Widayanto : membuat usaha ini terus berjalan, dengan management yang baik.walau beliau sudah tidak ada lagi nantinya, tetapi namanya masi tetap bisa dijual, jadi diperlukan mendidik orang sebagai penerusnya kelak.
            Untuk dapat tetap berhasil dalam situasi krisis ini  adalah, terus berkreasi dan terus yakin. Kita harus punya golongan pembeli tersendiri. Bagaimana kita memperkenalkan product kita sendiri  dan membuat orang menjadi loyal dengan brand kita. Banyak seniman keramik lain yang tidak berhasil dalam menjalankan bisnis keramik ini , karena tidak adanya visi dan perjuangan . Keramik sendiri adalah  hal yang penuh perjuangan sama halnya dengan proses hidup, jika salah kita harus mulai lagi dari awal. Kuncinya adalah Jangan menyerah!!

7.Modal Autodidak, Omzetnya Capai Hingga Rp4 Juta
         Keberanian memulai usaha dengan modal autodidak, ternyata tidak menghalangi Sahid s Collection Creative Manufacture of Homeware, untuk berkembang dan maju. Bahkan, usaha kerajinan itu, bisa menghasilkan omzet Rp3 juta–Rp4 juta per hari. Tidak semua orang berani memutuskan menggeluti usaha tanpa memiliki keahlian atau keterampilan di bidang bisnis yang digeluti. Banyak alasan masuk akal untuk itu, misalnya takut dengan risiko gagal yang lebih besar, hingga tidak memiliki keberanian untuk memulainya. Namun, hal itu terbantahkan dengan keberanian menggeluti usaha kerajinan fiber yang digeluti oleh keluarga Ali Munawar sebagai pemilik dari Sahid s Collection. Walaupun butuh perjuangan untuk memulainya, namun setelah berjalan beberapa tahun, Sahid s Collection berhasil menjadi pusat kerajinan tangan yang menyediakan aneka hiasan rumah terlengkap di Jakarta.
 Berbagai jenis hiasan rumah dihasilkan di pusat produksi hiasan rumah tangga ini.Bahkan,untuk seluruh wilayah di Jakarta, Sahid s Collection kini menjadi pemasok (supplier) satu-satunya aneka produk kerajinan yang terbuat dari bahan fiber. Kisah sukses Sahid s Collection ternyata diawali oleh seorang lakilaki paruh baya bernama Ali Munawar. Bersama adik laki-lakinya bernama Sahid Masrun, berdua mereka memulai usaha aneka kerajinan fiber. Walaupun tidak memiliki keahlian sama sekali dalam membuat kerajinan berbahan fiber tersebut, tapi usaha itu berhasil dirintis dengan perlahan namun pasti.
           Ide awal memulai bisnis kerajinan fiber,ditekuni oleh dua bersaudara ini, setelah mereka menyaksikan pada 1995 dengan banyaknya produk kerajinan fiber berbentuk aneka buah-buahan, seperti apel, anggur, pisang, dan semangka yang diimpor dari China.Hiasan berbentuk buah-buahan itu ternyata sangat digemari di Indonesia dan banyak ditemukan di rumah tangga Indonesia. Hiasan berbentuk buah-buahan, pada saat itu, banyak menjadi pajangan di meja makan bahkan ruang tamu. Peluang itu terbuka, ketika dua saudara ini memutuskan untuk memulai usaha pada tahun tersebut.
 Diawali dengan membeli kerajinan fiber dengan bentuk aneka buah sebagai contoh, hingga akhirnya kakak beradik ini memutuskan untuk membuat sendiri dan menambah jumlah buah-buahan yang ada dan melengkapinya dengan buah-buahan lain khas Indonesia. “Kami akhirnya memutuskan untuk membuat sendiri kerajinan fiber itu. Awalnya dengan memperbanyak jenis buah-buahan,” kata pemilik Sahid s Collection Ali Munawar.  Sebelum memutuskan untuk memproduksi sendiri aneka kerajinan fiber, Ali memutuskan untuk mempelajari bagaimana proses membuat kerajinan itu dengan cara autodidak dan sekali-kali melihat proses pembuatan di sentra industri kerajinan fiber. Setelah ahli, barulah mereka memutuskan untuk membuat sendiri. “Tahun-tahun begitu, kerajinan fiber khususnya yang menggambarkan aneka buah-buahan sangat laris di pasar,” katanya.
Walaupun saat itu, sedang booming kerajinan fiber buahbuahan, namun Ali mengaku tidak mudah baginya untuk memasarkan kerajinan yang telah dihasilkannya. Bahkan karena sulitnya menemukan pasar yang terbuka, Ali memulai memasarkan produknya dengan menjualnya ke sesama penjual kerajinan fiber. “Awalnya sulit, karena kita sama sekali tidak punya keahlian untuk bisnis kerajinan fiber, apalagi pemasaran,” tandas pria yang memiliki tempat industri kerajinan fiber di Jalan Inerbang, Jakarta Timur tersebut. Lama kelamaan, kata Ali, produksi kerajinan fiber yang dihasilkan di Sahid s Collection mulai dikenal masyarakat. Bahkan lebih diminati khususnya di areal Jakarta karena kerajinan fiber aneka buah yang mereka hasilkan jauh lebih lengkap dibandingkan produk kerajinan yang sama dari China. “Kita menjadi semakin laris karena koleksi buah-buahan kita sangat lengkap. Kalau produk China hanya ada apel, anggur saja, kita lengkap, semua jenis buah ada,” katanya. Berbeda dengan produk impor dari China, di Sahid s Collection kata Ali, buah-buahan khas Indonesia, seperti jagung, pisang, alpukat, wortel bahkan pare dijadikan aneka kerajinan fiber. “Itu salah satu bentuk inovasi yang kita lakukan, hingga sekarang kita menjadi satu-satunya supplier kerajinan fiber terbesar di Jakarta,” katanya.
Setelah 15 tahun berdiri, Sahid s Collection kini sudah sangat dikenal sebagai pusat kerajinan fiber. Produk kerajinan yang dibuat oleh Sahid s Collection bahkan menjadi kerajinan yang pemasarannya sudah melingkupi seluruh Indonesia. Walaupun sekarang Sahid s Collection tidak memasarkan produk kerajinannya di toko-toko atau gerai kerajinan sendiri. “Pembeli kita adalah toko-toko souvenir atau toko kerajinan, kita sekarang menjadi pemasok,umumnya mereka datang membeli langsung ke tempat produksi,” papar Ali. Usaha kerajinan fiber yang digeluti dua bersaudara ini, ternyata akhirnya bisa memberikan kehidupan dan penghasilan yang layak bagi keluarga mereka. Bahkan dari awalnya, tanpa dibantu karyawan, dengan kemajuan usaha yang dimilikinya, kini Sahid s Collection telah memiliki 24 orang karyawan tetap dan belum terhitung karyawan kontrak. “Selama inovasi dilakukan pasar akan bisa dikuasai,” tandas Ali.